Siapa yang tak kenal permainan Monopoli? Hampir semuanya mengetahui. Tapi, bagaimana jika permainan tersebut langsung dilakukan orangnya sebagai pion jalannya? Itulah yang dilakukan siswa SDN Babakan 3, Minggu pagi(13/02) di Gladiator dekat Kantin Plasma. Permainan ini diadakan oleh siswa SDN Babakan 3. Uniknya lagi, bukan sembarang monopoli yang digunakan, melainkan ecomonopoli karya Anisa yang berkuran lebih besar dari monopoli biasanya. “Saya menamakan permainan ini dengan nama Ecomonopoli, karena permainan monopoli yang isinya tentang lingkungan. Bagaimana caranya supaya anak-anak mengetahui apa itu Go Green dan lebih mencintai lingkungannya. Selama ini kan anak-anak tidak mengerti apa itu Go Green dan mereka tidak tahu harus melakukan apa untuk lingkungannya”, tutur Anisa Pendiri Permainan Ecomonopoli.
Permainan ini pun membuat anak-anak lebih aktif dan kreatif. Hal ini dapat dilihat ketika ada sebuah pertanyaan di dalam Ecomonopoli tentang bagaimana caranya agar lingkungan kita tetap bersih dan juga mengajak anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungannya.
Ecomonopoli ini pernah mengikuti beberapa perlombaan di Danamon, Asoka, dan Buyer bahkan sebuah permainan tersebut pernah mendapat undangan untuk pergi ke Jerman. Tujuan dibuatnya ecomonopoli adalah agar anak-anak lebih konsen terhadap lingkungan khusunya pada perubahan perilaku mereka. “Kita mengajak anak SD untuk bermain permainan ini karena pendidikan lingkungan yang paling tepat dimulai dari sejak SD”, tutur Wendo salah seorang panitia permainan Ecomonopoli. Peserta yang mengikuti permainan tersebut sangat antusias dan serius, terbukti saat mereka harus berjalan diatas permainan yang ukurannya sangat besar. “Ikut main Ecomonopoli itu seru kak. Aku jadi tahu Go Green itu apa dan aku harus berbuat apa untuk lingkungan sekitar”, tutur salah seorang siswa SDN Babakan 3 KK/Rin.
